NEWS
DETAILS
Kamis, 14 Mar 2024 12:00 - Asosiasi Honda Jakarta

V-belt motor matic, atau biasa disebut juga van belt, merupakan komponen berbentuk sabuk dengan penampang huruf V. 

Bentuk khusus ini dirancang untuk mencengkeram puli dengan kuat dan memastikan putaran yang efisien. V-belt motor matic punya kelemahan, yakni bisa slip meskipun sudah diganti baru dan membuat tarikan motor jadi terasa berat ketika berakselerasi. 

V-belt motor matic slip saat gas dibuka bisa diakibatkan beberapa hal, yakni:. 

1. Seal Kruk As Jebol

Paling sering adalah akibat adanya oli yang masuk ke CVT karena seal kruk as yang jebol.

V-belt kalau terkena dengan oli pasti akan jadi slip. Penyebabnya paling sering terjadi karena seal kruk as aus dan tidak dicek apalagi diganti. 

2. Kerusakan di Area Sliding Sheave

Selain masalah seal kruk as yang jebol, ada penyebab lain v-belt motor matic slip. Yakni, adanya  kerusakan di area sliding sheave, terutama di jalur pin guide yang sudah parah itu bisa bikin v-belt terasa slip juga. 

Karena jalurnya termakan atau sudah oblak maka bukaan pulley belakang jadi kurang maksimal. Hal itu akan membuat v-belt akan terasa slip terus meskipun v-belt baru dan kondisi CVT bebas oli. 

3. Kurang Perawatan 

Kerusakan sliding sheave ini tergolong jarang, tapi biasanya terjadi di motor berumur yang kurang perawatan. Nah, selama sliding sheave yang rusak tidak diganti maka masalah itu akan terus muncul. 

Nah itu tadi beberapa hal yang sebabkan v-belt motor matic terasa slip meski sudah diganti baru. 

Jika sepeda motor Anda mengalami masalah selip pada CVT, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan di bengkel AHASS terdekat untuk mendapat penganangan oleh teknisi terampil Honda. 

Penanganan dini masalah dapat mencegah kerusakan lebih lanjut dan memastikan kinerja yang optimal. 

RELATED
NEWS
TOP 5 NEWS
TWITTER
FACEBOOK