Jujur deh Brosis, siapa di sini yang umurnya masih muda tapi punggungnya sering bunyi "kretek" kalau habis riding?
Jangankan touring, bahkan melawan kemacetan Jakarta yang makin hari makin nggak Santai juga udah nyerah. Niat hati mau produktif, eh sampai tujuan malah encok dan harus tempel koyo.
Nah buat Brosis yang merasa bagian dari "Kaum Jompo" dan nganggep kemacetan itu musuh utama, tenang, jangan buru-buru pensiun dari dunia riding! Ada trik-trik simpel yang bisa Brosis lakukan biar badan tetap segar meski dihajar macet berjam-jam.
Yuk, simak tips penyelamat hidup berikut ini!
Siapa bilang olahraga cuma bisa di gym? Saat Brosis berhenti total menunggu lampu merah yang hitungannya ratusan detik itu, jangan cuma main HP! Manfaatkan waktu tunggu untuk melakukan peregangan ringan (stretching) yang aman.
Brosis bisa cobain gerakan berikut ini:
Nggak usah malu diliatin orang lain, ini kan demi kesehatan Brosis, lagian pada nggak merhatiin juga kok.
Tapi ingat ya Brosis, lakukan hanya saat motor berhenti total dan pastikan kaki menapak kuat ke aspal. Utamakan #Cari_Aman sambil tetap pantau situasi sekitar.
Sadar nggak sadar, saat lelah kita cenderung membungkuk. Posisi "udang rebus" ini adalah sumber petaka buat tulang belakang Brosis.
Saat berkendara, usahakan tulang punggung tetap tegak namun rileks. Jangan kaku kayak robot, tapi jangan juga terlalu bungkuk.
Posisi tegak membantu distribusi beban tubuh lebih merata ke panggul, bukan membebani pinggang bawah.
Siku tangan juga harus sedikit menekuk, jangan lurus terkunci tegang. Siku yang menekuk berfungsi sebagai suspensi alami tubuh untuk meredam guncangan jalan.
Kalau tangan lurus kaku, setiap guncangan akan langsung dihajar ke bahu dan leher.
Plus, Brosis jangan keseringan menunduk melihat speedometer atau aspal di depan roda persis. Arahkan pandangan jauh ke depan (horizon).
Kepala yang menunduk akan menambah beban berat pada otot leher belakang, yang ujung-ujungnya bikin pusing dan pegal pundak.
Selain bikin nggak cepat capek, posisi berkendara yang benar juga bikin Brosis lebih sigap mengendalikan motor saat ada manuver mendadak.
Brosis mungkin pengen tampil keren, tapi kalau gear yang dipakai malah menyiksa, buat apa?
Helm yang terlalu sempit akan menekan titik-titik saraf di kepala, memicu sakit kepala hebat (dizziness) setelah pemakaian lama. Cek panduan tips memilih helm yang nyaman biar kepala Brosis tetap adem.
Ini penyakit umum kaum urban. Bawa laptop, charger, botol minum, sampai baju ganti di ransel. Beban berlebih di pundak bikin bahu cepat lelah dan postur tubuh jadi bungkuk.
Kalau memungkinkan, pindahkan beban ke bagasi motor atau gunakan top box. Bagasi luas seperti di Honda Vario 125 atau Honda PCX 160 sangat membantu mengurangi beban di pundak Brosis, lho.
Menjadi bikers di kota macet memang butuh fisik yang prima. Tapi dengan trik peregangan sederhana, kesadaran menjaga postur, dan pemilihan gear yang bijak, Brosis bisa lulus dari status "Kaum Jompo".
Badan sudah dijaga biar nggak remuk, masa motornya dibiarin "batuk-batuk"? Motor yang nggak enak dipakai (suspensi keras, stang getar) juga nyumbang kontribusi bikin badan Brosis cepat capek, lho!
Yuk, pastikan kenyamanan motor Brosis dengan servis rutin di AHASS Wahana Honda. Mekanik ahli siap bikin motor Brosis kembali nyaman dikendarai.
Biar makin sat-set dan nggak perlu antre, jangan lupa lakukan Booking Service lewat Aplikasi WANDA ya! Tinggal klik dari HP, pilih jadwal yang pas, motor langsung ditangani mekanik ahli. Praktis banget kan?