Libur lebaran dan libur panjang akhir pekan akhirnya usai sudah. Brosis mungkin baru saja menghabiskan waktu berkumpul bersama keluarga, touring jarak jauh, atau sekadar rebahan santai di rumah.
Namun, begitu alarm Senin pagi berbunyi dan Brosis harus kembali menghadapi tumpukan pekerjaan serta kemacetan kota, mendadak badan terasa lemas tak bertenaga.
Bawaannya ingin kembali rebahan, sulit fokus, dan suasana hati mudah bad mood. Tenang, Brosis tidak sendirian! Hampir semua orang pernah merasakannya.
Mari kita kenali fenomena ini dan bagaimana kita bisa mengubah rutinitas berkendara harian, terutama saat perjalanan pulang kerja, menjadi sesi "terapi" kecil yang menyenangkan.
Secara psikologis, kondisi lemas, stres, cemas, hingga hilangnya motivasi untuk kembali bekerja setelah masa liburan panjang disebut sebagai Post-Holiday Blues atau Post-Vacation Syndrome.
Ini adalah respons yang sangat wajar dari tubuh dan otak kita. Selama liburan, otak melepaskan banyak hormon bahagia (dopamin) karena kita terbebas dari stres dan tenggat waktu.
Namun, saat dihadapkan kembali pada rutinitas pekerjaan yang kaku, kadar hormon tersebut menurun drastis, sehingga memunculkan perasaan sedih atau lelah.
Rasa stres ini biasanya akan memuncak saat jam pulang kerja, di mana fisik Brosis sudah terkuras habis dan masih harus dihadapkan dengan lautan kemacetan di jalan raya.
Daripada kesel ditengah kemacetan yang cumana menambah beban pikiran, gimana kalau kita mengubah cara pandang kita terhadap rutinitas berkendara?
Cobalah menerapkan konsep Mindful Riding.
Mindful Riding adalah teknik berkendara di mana kita memusatkan perhatian penuh pada momen saat ini (hadir seutuhnya di atas motor). Caranya sangat sederhana:
Dengan menerapkan hal ini, perjalanan pulang yang tadinya terasa seperti "hukuman", bisa berubah menjadi waktu me time atau sesi healing mini yang memisahkan beban kerja dengan ketenangan di rumah.
Satu hal yang tidak boleh ketinggalan untuk mengusir penat saat riding adalah mendengarkan playlist lagu favorit.
Musik secara ilmiah terbukti mampu menurunkan kadar kortisol (hormon stres) dan menaikkan kembali mood Brosis setelah seharian bekerja.
Namun, mengutak-atik smartphone untuk mengganti lagu saat berkendara sangatlah berbahaya. Di sinilah teknologi Honda Smartphone Voice Control System (HSVCS) melalui aplikasi Honda RoadSync menjadi penyelamat!
Bagi Brosis pengguna skutik premium seperti Honda PCX 160, fitur ini memungkinkan Brosis memutar dan mengontrol playlist musik tanpa perlu melepaskan tangan dari stang sama sekali.
Semua kendali cukup dilakukan melalui 4-Way Steering Switch (tombol arah) di stang sebelah kiri, dan suaranya langsung terhubung ke Bluetooth Headset di dalam helm Brosis.
Mata tetap fokus ke jalan raya, tangan tetap aman di stang, sementara telinga Brosis dimanjakan oleh lagu-lagu santai yang mengusir penat.
Biar nggak salah setting, pastikan Brosis sudah memahami cara menghubungkan fitur Honda RoadSync ke smartphone dengan benar sebelum mulai memutar selongsong gas.
Menghadapi Post-Holiday Blues memang tidak mudah, tapi kita bisa menyiasatinya.
Jadikan perjalanan pulang kerja Brosis sebagai transisi yang menenangkan lewat Mindful Riding, ditemani alunan musik favorit yang diatur secara aman menggunakan fitur canggih dari motor Honda. Sampai di rumah, hati pun kembali tenang dan siap berkumpul bersama keluarga.
Sensasi mendengarkan musik dengan aman tanpa mengorbankan konsentrasi di jalan adalah kemewahan yang bisa Brosis dapatkan di motor Honda kelas atas.
Tertarik menjadikan setiap perjalanan pulang kerja Brosis lebih rileks dan berkelas?
Cek katalog motor Honda yang sudah dilengkapi fitur RoadSync dan temukan penawaran terbaiknya bulan ini!