NEWS
DETAILS
Selasa, 10 Feb 2026 12:00 - Asosiasi Honda Jakarta

Memasuki bulan Februari, curah hujan lagi tinggi-tingginya nih, Brosis. Buat kita yang sehari-hari mengandalkan motor buat mobilitas, hujan bukan cuma soal basah kuyup, tapi juga ujian ketahanan buat "kuda besi" kesayangan.

Pernah nggak sih ngerasain paniknya motor tiba-tiba brebet atau malah mati total pas lagi nerobos hujan deras? Duh, jangan sampai kejadian deh! 

Biar perjalanan Brosis tetap aman dan motor Honda kesayangan tetap prima, ada 3 ritual perawatan wajib yang harus Brosis lakukan selama musim hujan. 

Yuk, simak tipsnya!

1. Cek Busi dan Tutup Busi (Cop)

Busi itu ibarat pemantik api di proses pembakaran mesin. Kalau dia basah, api nggak nyala, motor pun mogok. Masalah yang paling sering terjadi saat hujan adalah air merembes masuk ke dalam tutup busi (cop busi) yang sudah getas atau retak.

Coba cek karet penutup busi motor Brosis. Apakah sudah keras, retak, atau longgar? Kalau iya, segera ganti dengan yang baru. Karet yang rapat mencegah air masuk ke area pengapian.

Nah kalau motor sudah sempat terjang banjir, pastikan area busi kering sebelum dinyalakan lagi. 

Walaupun terlihat sepele, tapi masalah pengapian ini bisa bikin Brosis dorong motor berkilo-kilometer, lho!

Biar makin paham soal komponen pengapian, Brosis bisa baca juga tanda-tanda kapan waktu yang tepat ganti busi motor biar pembakaran tetap optimal meski cuaca dingin.

2. Cek Area Penggerak, Bisa Rantai atau CVT 

Air hujan itu jahat, Brosis. Dia membawa pasir dan kotoran jalanan yang bisa merusak sistem penggerak roda. Perlakukannya beda nih antara motor bebek/sport dengan matic:

  • Motor Rantai (buat Sport/Bebek)

Air hujan meluruhkan pelumas rantai (chain lube). Akibatnya, rantai jadi kering, berisik, dan cepat karatan. 

Wajib hukumnya menyemprotkan chain lube ulang setelah motor dipakai hujan-hujanan. Jangan pakai oli bekas ya, karena malah mengikat kotoran!

  • Motor CVT (buat Matic)

Meskipun tertutup, area CVT rentan selip kalau filter udaranya kotor atau ada rembesan air. Gejala paling umum adalah tarikan jadi berat atau timbul suara decit.

Pastikan Brosis rutin cek tanda v-belt motor matic harus segera diganti supaya nggak putus di tengah jalan saat hujan.

3. Bilas Air Bersih Biar Motor Gak Karat

Habis hujan-hujanan, biasanya kita malas nyuci motor karena mikir "ah, besok juga hujan lagi". Big No, Brosis! 

Air hujan mengandung asam yang bisa memicu korosi (karat) pada komponen logam, terutama di bagian rangka, knalpot, dan standar.

Nggak perlu dicuci pakai sabun setiap hari kok. Minimal bilas dengan air bersih dari selang untuk merontokkan pasir dan sisa air hujan yang menempel. 

Fokuskan pada bagian kaki-kaki dan kolong motor. Langkah sederhana ini bisa memperpanjang umur sasis dan bodi motor Brosis bertahun-tahun.

Males Basah-basahan Buat Servis Motor?

Musim hujan memang bikin effort merawat motor jadi lebih ekstra. Tapi percayalah, meluangkan waktu 10-15 menit buat cek busi, melumasi rantai, dan membilas motor jauh lebih baik daripada harus mogok kehujanan di pinggir jalan.

Jadilah bikers yang cerdas dengan melakukan tindakan pencegahan sebelum masalah datang. Motor sehat, aktivitas Brosis pun lancar jaya!

Kalau Brosis merasa motor sudah mulai nggak enak, tarikan berat, atau ada gejala mau mogok, jangan ditunda lagi! Segera bawa ke ahlinya.

Biar Brosis nggak perlu antre lama atau takut kehabisan slot saat musim hujan gini, Booking Service lewat Aplikasi WANDA aja! 

Tinggal pilih jadwal dari HP, datang ke AHASS Wahana Honda, dan motor langsung ditangani mekanik andalan. Praktis, nyaman, dan bebas ribet!

DOWNLOAD APLIKASI WANDA & BOOKING SERVIS DI SINI!

RELATED
NEWS